Hai Readers, ini adalah tulisan pertamaku
Notes : Tulisan ini dibuat untuk kamu-pemula Analog yang mau tau seputar Kamera
Analog. Boleh juga bagi yang sudah paham dan ingin sharing untuk membantu para pemula Analog.
Jadi belum lama ini aku tidak sengaja menemukan konten yang membahas soal Kamera Analog. Dan langsung terbayang hal-hal berbau Vintage dan Vibes-nya yang Aesthetic. Sepertinya menarik untuk koleksi dan hobi baru.
Kamera Analog memang sangat hits di zamannya, namun beberapa waktu belakangan ini mulai dicari dan digunakan kembali. Hal ini tentu sangat membanggakan karena perlahan semakin banyak yang beralih ke hobi-hobi positif.Karena penasaran aku cari tau lebih banyak soal kamera ini. Ya, walau belum sepenuhnya paham, aku mau sharing dan sedikit memberi saran bagi kamu yang berniat mencoba kamera ini.
Kamu pasti sudah tau mengenai Kamera Digital, bukan? Cara mudahnya kita bisa menggunakan Kamera Digital untuk membandingkannya. Perbedaan yang pertama, jika Kamera Digital membutuhkan Memory Card untuk menyimpan hasil potret, maka Kamera Analog membutuhkan yang namanya Roll Film-gulungan yang akan merekam hasil potret Kamera Analog.
Perbedaan yang kedua, Kamera Digital bisa memotret dan merekam video, sedangkan Kamera Analog di desain khusus untuk memotret, hal ini bisa memberi kepuasan bagi kamu yang hobi atau mau belajar Fotografi.
Perbedaan yang ketiga, terlihat dari hasil potretnya. Banyak orang bilang hasil potret Kamera Analog lebih vintage, makanya bagi yang suka foto aesthetic kamera ini layak dicoba. Apalagi jika nantinya diberi filter yang menarik
Perbedaan yang keempat, untuk Kamera Digital objek foto bisa
dilihat dari screen-nya, sedangkan Kamera Analog (kecuali Kamera SLR) langsung dari lubang pada
bagian belakang kamera. Jadi vibes-nya bakal beda.
Perbedaan yang kelima, dilihat dari harganya. Harga Kamera Analog di pasaran rata-rata lebih terjangkau dibanding Kamera Digital. Kamu bisa
mendapatkan Kamera ini dari range 100 Ribu saja sampai 2 Juta Rupiah. Harga ini
juga dipengaruhi merk dan kondisi kameranya, apakah second atau stock lama yang
belum pernah digunakan.
Terlepas dari perbedaannya dengan Kamera Digital. Kamera Analog ada dua jenis, Diposable Camera dan Reusable Camera. Diposable Camera, merupakan jenis Kamera Analog yang pemakaiannya hanya bisa satu sampai dua kali. Sedangkan untuk yang Reusable bisa dipakai berulang kali.
Ada beberapa tipe Kamera yang masuk Reusable Camera, yaitu Pocket Camera, Rangefinger, dan SLR. Untuk Pocket Camera menggunakan fokus otomatis, mudah dioperasikan, harganya lebih terjangkau, dan mudah dibawa kemana-mana karena ukurannya yang relatif kecil. Untuk Rangefinger perlu disetting manual untuk menggunakannya, kamu akan mendapatkan sensasi mengotak-atik Kamera Analog yang lebih seru dan menantang. Sedangkan Kamera Analog SLR bisa setting manual juga beberapa ada yang sudah auto. Hampir sama dengan Kamera DSLR, namun dengan tombol yang lebih sedikit, menggunakan Roll Film, lebih ringan, dan harga yang terjangkau.
Untuk merk-merk Kamera Analog ada, Fujica, Kodak, Ricoh, Canon, Yashica, Nikon, dan masih banyak lagi.
Berminat untuk beli Kamera Analog? Sebelum kamu membelinya aku akan kasih beberapa saran yang bisa kamu jadikan pertimbangan.
Yang pertama sebelum kamu membeli, kamu perlu tau dulu
alasan kamu membelinya? Entah itu untuk iseng-iseng saja, sekedar mengoleksi, ingin
belajar Fotografi dengan Kamera Analog, untuk membuat konten dan lain
sebagainya.
Jika alasan kamu iseng-iseng saja maka aku sarankan untuk
membeli kamera analog yang harganya terjangkau, Diposable Camera atau Pocket Camera dengan harga mulai 100an ribu masih banyak dijual di Instagram dan Marketplace.
Sama halnya jika kamu sekedar ingin mengoleksi, kamu bisa
memulainya dari harga yang terjangkau, misalnya Diposable Camera. Setelah satu
atau dua kali pemakaian kamu bisa simpan untuk koleksi pribadimu. Untuk
pajangan rumah, bagus. Untuk aksesoris foto, juga menarik. Kamu bisa
mendapatkan Kamera Analog dengan fisik yang unik, vintage dan warna yang
beragam di Marketplace atau toko barang antik di sekitarmu.
Jika alasan kamu ingin belajar Kamera Analog, kamu bisa
memulainya dari Kamera Analog yang harganya terjangkau misalnya Pocket Camera,
selain mudah mengoperasikannya (ada mode otomatis syukur-syukur ada timer),
juga bisa digunakan berulang kali. Setelah nantinya kamu nyaman dengan hobi ini,
dan kamu cukup mengenal Kamera Analog. Kamu bisa perlahan upgrade ke Kamera Analog yang lebih Profesional. Kamu akan banyak belajar dan menikmati prosesnya.
Nah jika alasan kamu ingin membuat konten Fotografi, yang mana
kualitas foto menjadi suatu yang penting. Kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal.
Jika kamu ingin kualitas foto yang lebih jernih, jelas, dan bagus maka kamu
perlu mencoba Kamera Analog yang merk-nya sudah terpercaya dan banyak direkomendasikan. Dari segi harga mungkin akan lebih
tinggi, namun harga itu worth it dengan kualitas dan fitur yang diberikan.
Namun kembali lagi, semua
ini tergantung skill dan kreatifitas setiap orang. Kamu bisa menghasilkan foto yang
bagus meski dengan Kamera Analog yang harganya terjangkau. Ingat ketika kamu
sudah memulainya jangan membandingkan hasilmu dengan hasil orang-orang berpengalaman. Semua orang punya prosesnya masing-masing. Mereka Para Profesional
berawal dari pemula yang terus mencoba. Dan kamu akan jadi hebat pada waktunya. Semangat untuk Pemula
Analog
Ada yang mau lebih tau mengenai Kamera Analog? Mau lihat hasil potret Kamera Analog? Cara setting Kamera Analog?
Yang minta Part 2 (Silahkan tulis di Comment)
Sekian tulisan mengenai Kamera Analog pertamaku. Terima
kasih untuk kamu yang sudah berkenan membacanya, dan jika ada istilah yang
kurang tepat, informasi yang kurang lengkap atau jelas mohon dikoreksi. Salam
literasi :)









Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Saling memberi manfaat, saling memotivasi :)
Mengenai Saya
-
R.A
- Be Yourself :)
Lihat profil lengkapkuAds 970x90
Mulai berbagi dari hari ini
Dari kita kecil, kita sudah terbiasa mendapatkan sesuatu dari orang lain, baik itu orang tua, kakak saudara, atau teman-teman bermain kita. ...
Ads 970x90